Potensi

Kerajinan Tangan dan Pangan Desa Karangdowo

Kerajinan Tangan dan Pangan Desa Karangdowo

Desa Karangdowo memiliki ternyata banyak memiliki kerajinan tangan. Diantaranya adalah tas belanja olahan limbah plastik, souvenir dari kain flanel, Lampu hias, gantungan baju dari kayu, dan keset dari limbah potongan baju(kerajinan non-pangan) dan dalam industri pangan terdapat olahan pisang (pisang keju), tahu krispy, dan berbagai macam getuk.

Kerajinan tas belanja, tas fashion (untuk jalan-jalan), dompet, dan tempat tissue olahan limbah plastik (bungkus kopi), digagas oleh Ibu Um dari Dusun Karangtengah, Desa Karangdowo. Tas belanja, tas fashion, dompet, dan tempat tissue olahan limbah plastik (bungkus kopi) diproduksi oleh Bu Um awalnya adalah isengsaja. Berawal dari keluarga Bu Um yang hobi minum kopi, dan akhirnya limbah bungkus kopi tersebut dimanfaatkan oleh Bu Um untuk membuat kerajinan tersebut.

tas

dompet

Dengan bermodalkan limbah bungkus kopi Bu Um dalam satu jam dapat membuat satu jenis tas, tetapi tergantung jenis kesulitan dan ukuran tas. Untuk tas belanja Bu Um menghabiskan 400 – 500 bungkus kopi. Untuk harga kerajinan tangan Bu Um belum memasarkannya dikarenakan sulitnya mendapatkan bungkus kopi, dan sementara untuk pesan pembuatan tas konsumen diminta membawa bungkus kopi sendiri dan kemudian nanti Bu Um dapat membuatkan tas yang diminta. Untuk keberlanjutan dari kerajinan ini mungkin bisa bekerja sama dengan pengepul untuk menyediakan bahan baku bungkus kopi. Berikut hasil karya Bu Um kerajinan darilimbah plastik (bungkus kopi).

Masih ada lagi kerajinan dari Desa Karangdowo, yaitu dari kain flanel seperti celengan, gantungan kunci, bross, pensil, lampu hias, dan boneka, dengan berbagai warna dan tema.Kerajinan ini digeluti oleh Mbak Ula dari Dusun Karon, Desa Karangdowo. Kegiatan membuat kerajinan ini sudah dimulai sejak lama oleh Mbak Ula, dan sering diikutkan di acara pameran di Kota Bojonegoro. Kerajinan yang dibuat sangatlah cantik dan unik, seperti gantungan kunci dan bross dengan berbagai macam bentuk ada hewan (jerapah, ikan) dan buah-buahan. Bahkan disini dapat pesan model, bentuk, dan warna sesuai keinginan. Untuk harganya sangat terjangkau, berikut macam-macam produknya.

gantungan kunci

Ada juga kerajinan keset dari limbah kain bekas oleh warga Dusun Kilet, Desa Karangdowo. Dengan hanya memanfaatkan bekas potongan kain, jadilah sebuah kerajinan keset yang cantik dengan warna yang beragam. Untuk harganya sangat murah, yaitu hanya Rp 15.000,-. Berikut produk hasil kerajinan keset.

 

keset

Selain produksi kerajinan tangan ada pula kerajinan pangan dari Desa Karangdowo, yaitu olahan buah pisang menjadi pisang keju, olahan ketela pohon menjadi getuk, dan tahu menjadi tahu krispy. Sebenarnya masih banyak olahan kuliner yang ada di Desa Karangdowo, tetapi belum dikenal secara luas oleh masyarakat Desa Karangdowo khususnya dan umumnya masyarakat umum. Dan kerajinan pangan tersebut pisang keju, getuk, dan tahu krispy telah dikenal luas hingga antar desa bahkan hingga Kota Bojonegoro. Dan harapannya kerajinan pangan ini dapat sebagai produk UKM andalan Desa Karangdowo kedepannya.

kuliner

Sumberdaya Manusia masyarakat Desa Karangdowo sangatlah bagus, untuk untuk perlu dikembangkan dan diperdayakan untuk menciptakan desa yang tangguh dan mandiri dalam bidang pangan maupun bidang ekonomi. Untuk itu, mari bersama-sama dukung kerajinan pangan dan kerajinan non-pangan produk khas usaha kreatif desa khususnya Desa Karangdowo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

 

(EDP)ACH_ISTIJAM

 

 

 

 

 

 

 

 

Kirab Gunungan Warnai Sedekah Bumi Desa Klampok

Pemerintah Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar sedekah bumi bersama masyarakat setempat, Jumat (18/9)

Sedekah bumi yang diawali dengan atraksi gendruan Ayon-ayon ini dilanjutkan dengan menggotong hasil bumi dari Desa Klampok. Hasil bumi tersebut antara lain jamur tiram, hasil pertanian dan palawija lainnya. Continue reading

Sedah Kidul Jadi Percontohan Desa Cerdas

Universitas Bina Nusantara bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi melakukan penelitian di Desa Sedah Kidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (19/10).

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sistem pemerintahan desa yang menerapkan program sebagai Desa Cerdas oleh Pemerintah Kabupaten selama ini. Continue reading